previous pageSetelah menunggu cukup lama sambil khawatir kalau2 kaki ini varises, maklumlah para penonton yang duduk menanti Radio Dept tidak menyisakan saya ruang untuk duduk. Dibelakang saya ada teteh2 yang tidak mungkin saya duduki..
Dan penantian itu berakhir ketika satu demi satu personel Radio Dept memasuki panggung. Johan Duncanson, Martin Larsson dan Daniel Tjader. Ya.. nama2 yang baru saja saya dapatkan dari Mbah Wiki karena memang saya kurang terlalu pedulii dengan asal usul sebuah band, nama personil dan hal2 diluar lagu. Kalau lagunya oke saya denger kalo enggak ya maaf aja.. it will be removed from my playlist..
Mereka tampil tanpa basa basi dan hampir tanpa dialog dengan penonton. Mereka hanya mengucapkan terimakasih atau thank you setiap kali sebuah lagu selesai dibawakan. As usual saya lupa lagu2 apa saja yang mereka bawakan.. mungkin die hard fansnya Radio Dept lebih tahu.
Sempat ber-encore ria di menit2 akhir yang cukup membuat penonton ketar-ketir, soalnya mereka lama juga ngilangnya, akhirnya mereka membawakan 2 lagu penutup dan meninggalkan dari panggung untuk selamanya. Meninggalkan sebagian penonton dalam keadaan puas, agak puas, ragu2, tidak puas (seperti skala sikap tapi untungnya gak ada yg sangat tidak puas..). Saya termasuk pada golongan yang agak puas. Saya sangat senang melihat penampilan mereka secara langsung, sayangnya lagu favorit saya yaitu Where Damage Isn't Already Done dan I don't Need Love I Have My Band tidak mereka bawakan..
Acara malam itu diakhiri dengan ramah tamah.. bersama personel Radio Dept? tentu tidak.. saya cuma kumpul2 sebentar dengan temen2.. ke toilet, terus memacu kuda besi saya menuju arah gunung tangkuban parahu dalam keadaan kaki pegal dan pinggang rontok.. Efek samping menonton gigs sambil berdiri berjam2 yang baru terasa setelah gigs itu usai..
-Fin-